Minggu, 08 November 2020

Menganalisis bahasa Indonesia yang baik dan benar

    Tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan kesalahan- kesalahan penggunaan bahasa baku pada sepanduk,papan nama,dan baliho, berikut analisis saya :

  1. Kesalahan penulisan kata sejahtra

Lokasi gambar : Jl. Ahmad Yani,Tr 9a Telaga Arum

Waktu pengambilan gambar : minggu,15, November 2020.

Kesalahan :

Penulisan sejahtra diatas salah, penulisan tidak sesuai dengan bahasa baku.

Pembenaran :

Seharusnya penulisan “sejahtra” yang benar yaitu “sejahtera” , penulisan sejahtera ini baru sesui dengan bahasa baku.


2.Kesalahan penulisan kata praktek

Lokasi gambar : Jl. Rahadi Oesman Tr. 5a Seponti Jaya

Waktu pengambilan gambar : minggu,15 November 2020.

    Untuk penulisan kata “praktek” pada gambar di atas harus diganti menjadi kata “praktik”. Karena kata praktik diserap dari Bahasa Inggris practice. 

Berdasarkan Kamus Basar Bahasa Indonesia, penulisan yang baku untuk kata serapan  praktik adalah :

praktik /prak·tik/n1 pelaksanaan secara nyata apa yg disebut dl teori;2pelaksanaan  pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb);3 perbuatan menerapkan teori (keyakinan dsb).

berpraktik/ber·prak·tik/ melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb).

mempraktikkan /mem·prak·tik·kan/v melakukan (apa yg tsb dl teori, pelajaran, dsb; melaksanakan, menunaikan.


3. Penggunaan bahasa asing ( Bahasa Jawa )

Lokasi gambar : Jl. Rahadi Oesman Tr. 4a Seponti Jaya

Waktu pengambilan gambar : minggu,15, November 2020.

Analisis : 

   Pemakaian kata pada poster ini terdapat percampuran bahasa asing (bahasa jawa) dengan bahasa Indonesia.Hal ini dapat dikatakan bahwa pemakaian kata pada spanduk tersebut terdapat kesalahan berbahasa. Kesalahan tersebut dapat dilihat pada pemakaian kata "tirta" .Pemakaian bahasa asing (bahasa Jawa) seperti yang terdapat pada spanduk tersebut seharusnya ditulis dalam bahasa Indonesia.

    karena kata-kata itu sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Padanan kata tirta dalam bahasa Indonesia adalah" air", kata ini sudah tidak asing didengar oleh masyarakat Indonesia, sehingga kata air bila dimunculkan dalam sebuah spanduk maka tidak akan membuat masyarakat bertanya-tanya atau menanyakan maksud dari kedua kata tersebut. Artinya, "air " tetap harus dipakai dalam penulisan agar terhindar dari kesalahan berbahasa. 


4. Penggunaan Bahasa Asing ( bahasa Jawa Timur ) 

Lokasi gambar : Jl. Ahmad Yani,Tr 9b Telaga Arum

Waktupengambilan gambar : minggu,15, November 2020.

  Kesalahan : 

Penulisan spanduk diatas “KESUWUN LAN KULO ACUNGI JEMPOL SING PADA NGANGGO MASKER METU SEKA OMAH”. Penulisannya menggunakan bahasa Jawa Timur.

Pembenaran : 

Seharusnya penulisan spanduk diatas menggunakan bahasa Indonesia saja, yaitu  “Terima kasih dan saya acungi jempol yang menggunakan masker saat keluar rumah ” agar dapet di mengerti oleh pembaca.


5. Kesalahan penulisan kata biase dan penggunaan bahasa asing

Lokasi gambar : Jl. Rahadi Oesman Tr. 5a Seponti Jaya

Waktu pengambilan gambar : minggu,15, November 2020.

Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing welcome to dan food & baverage specialist

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan bahasa Indonesia yakni selamat datang dan spesialis makanan dan minuman.Jika ingin menggunakan bahasa asing, baiknya tulisan di miringkan menjadi welcome to dan food & baverage specialist

Dan juga terdapat penulisan kata biase yang salah, seharusnya menggunakan bahasa baku yang baik.Pembenaran kata yang benar yaitu biasa, penggunaan kata "biasa" baru sesui dengan bahasa baku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Life Success Hero

Assalamualaikum wr.wb Disini saya akan bercerita mengenai sosok yang tak akan pernah bisa kulipakan,sosok inspirasi bagiku, kesayanganku,ber...